This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 22 November 2017

Prestasi Hanifan YK

Hanifan yk (Pesilat Indonesia asal Jawa Barat)

-  
Optimisme untuk merebut medali emas dalam setiap ajang kejuaraan silat selalu membara dalam ambisi Hanifan Yudani Kusumah. Pesilat dari Perguruan Tadjimalela itu berhasil meraih medali emas dalam Kejuaraan Pencak Silat for The World: The 17th World Championship and Festival di Denpasar, Bali yang berlangsung pada 3-8 Desember 2016.
Menurut pesilat berusia 19 tahun itu, lawan-lawan tangguh dalam Kejuaraan Dunia Pencak Silat ke-17 adalah pesilat dari  Vietnam. Pesilat-pesilat Vietnam terlihat banyak mengikuti berbagai pertandingan dan  kejuaraan sehingga kaya pengalaman. “Saya menang tipis 3-2 di semifinal saat mengehadpi pesilat Vietnam," kata Hanifan, saat ditemui di Hotel Inna Grand Bali Beach Sanur, Denpasar, Jum'at lalu.
Pesilat yang rambutnya dicat pirang itu menerapkan salah satu strategi untuk menang dengan lebih dulu mengatasi keraguan saat berhadapan dengan lawan.  Selain itu, dia akan lebih sering menyerang sebelum lawan melakukannya. “Jadi saya bermain agresif," tutur penggemar film action itu.
Lahir dan besar di keluarga pendekar silat, membuat pesilat berusia 19 tahun itu ingin mengikuti jejak kedua orang tuanya. Hanifan mulai menekuni seni bela diri asli Indonesia itu sejak usia enam tahun. Prestasi demi prestasi telah diraihnya berkat dukungan dari orang tua. Orang tua Hanifan selalu hadir saat pertandingan untuk memberikan dukungan. “Mereka mengorbankan pekerjaan demi mendukung saya."
Pada 2010, adalah kali pertama ia  “turun gunung” dari padepokan untuk menjajal arena pertandingan kejuaraan. Saat itu ia mengikuti pertandingan antarcabang Tadjimalela se-Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten. "Saya dapat perak awal mula pertandingan itu."
Saat menapaki kelas junior, Hanifan pertama kali merebut medali emas  ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) 2014. Dari sana ambisinya tumbuh untuk terus mempertahankan medali emas di setiap kejuaraan. Pada 2015 dalam ajang Penang Open, adalah kali pertama Hanifan berhasil mendapatkan medali emas di taraf Internasional Open.
"Sampai sekarang kira-kira ada 20 medali emas yang berhasil saya dapatkan dari kejuaraan tingkat provinsi, nasional, internasional open, dan internasional resmi," tuturnya.
Selama mengikuti pertandingan di tingkat junior ia pernah mengalami tiga kali kalah. Sedangkan di tingkat senior baru kalah satu kali. "Kalau kalah sangat malu dengan orang tua, pelatih, dan perguruan," kata mahasiswa semester satu Jurusan Ekonomi Pembangunan, Universitas Pasundan, Bandung itu.
Tak hanya silat, ia juga mempunyai hobi olahraga lainnya, yaitu sepak bola. Menurutnya, dia menjajal olahraga lain untuk membangun dasar-dasar olahraga. “Selebihnya saya kembali ke silat dan ingin menjadi pesilat tangguh di mata dunia." ujarnya.

Dalam kejuaraan dunia pencak silat di Bali pekan lalu, Indonesia berhasil meraih  12 medali emas. Ada 30 pesilat tuan rumah yang tampil, dari usia 17 sampai 33 tahun. Mereka terdiri dari berbagai perguruan silat, seperti Tapak Suci, Setia Hati Terate, Tadjimalela, Satria Muda Indonesia, Silat Bakti Negara, Sawunggaling, Pamur, Satria Mandiri, dan Perisai Diri, Persinas Asad

Selasa, 14 November 2017

 3 ANAK PENGHAFAL AL QUR'AN YANGMEMPUNYAI SUARA  MERDU DAN INDAH



1.La Ode Musa

Hasil gambar untuk identitas penghafal al quran indonesia musaMusa lebih dikenal dengan Musa Hafizh cilik (lahir di Bangka 2008; umur 8 tahun) merupakan seorang penghafal Alqurandari Indonesia. Selain menghafal Alquran ia juga menghafalkan  hadis penting, sepert iArbain Nawawi dan lainnya.]Namanya terkenal ke khalayak ramai baik di dalam negeri maupun di Malaysia dan Singapura setelah mengikuti dan meraih juara pertama pada program Hafidz Alqur’an di di RCTI Ia menjadi pusat perhatian karena meski kala itu berusia sangat muda yakni 5,5 tahun namun telah mampu menghafalkan 30 Juz Alquran. Iapun dikirim untuk mengikuti perlombaan hafalan Alquran tingkat Internasional di Jeddah , Arab Saudi. Musa menjadi yang termuda dalam ajang tersebut dan menduduki peringkat ke-12 dari 25 peserta yang ikut bertanding. Musa mendapatkan nilai Mumtaz yakni 90,83 poin dari 100 nilai sempurna. Pasca perlombaan Musa berhasil menuntaskan hafalannya menjadi keseluruhan 30 juz Alquran, hal ini dapat terlaksana karena sebelum mengikuti acara sebenarnya ia hanya kurang dua surah saja. Pada bulan Agustus 2014, Musa memperoleh piagam penghargaan tingkat nasional dari MURI sebagai Hafiz Al-Quran 30 Juz termuda di Indonesia. Pada bulan April 2016, dikirim untuk mengikuti perlombaan hafalan Alquran tingkat Internasional di Sharm El-Sheikh, Mesir. Musa menjadi yang termuda dalam ajang tersebut dan menduduki peringkat ke-3 dari 80 peserta yang ikut bertanding.

2.Muhammad Thaha al Junayd

Nama Lengkap : muhammad thaha al junayd
Tempat lahir : Manama, Bahrain (Teluk Persia)
Hasil gambar untuk identitas muhammad taha al junaydSaat ini beliau masih seorang pelajar dan pengajar membaca Al-Quran di Kingdom University Bahrain. Turut diupah oleh Pusat upah Abdul Rahman-Bandar Hamad. Untuk hafalannya Muhammad Thaha Al-Junayd belajar menghafal Al-Qur’an di Pusat Studi Al-Qur’an Abdurrahman Ajur di Kota Hamad, Bahrain. Beliau berkewarganegaraan Bahrain. Suaranya yang merdu ketika melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran membuat Beliau terkenal dipenjuru dunia termasuk di negara Indonesia kita tercinta yang mayoritas beragama Islam.
 Audio murottal beliau sering diputar di mesjid-mesjid dan di tempat-tempat pengajian, dulu beliau sering disebut sebagai qori cilik terbaik. Beliau Terkenal dengan gelaran Beautiful Voice From Heaven oleh orang Arab, namun sekarang dengan bertambahnya usia beliau telah menjadi sesosok qori remaja dan juga sering menjadi imam di mesjid. (oh saya lupa beliau juga telah menjadi imam sejak kecil).


3.AHMAD

 Ahmadsebagai juara 1 Hafiz Indonesia 2017. 
Hasil gambar untuk AHMAD hafidz quran
Acara Hafiz Indonesia 2017  Dimusim ini telah terpilih 18 anak yang berbakat untuk diadukan kemampuannya dalam melafalkan dan menghafal rangkaian ayat-ayat al-qur’an salah satu nya adalah AHMAD. Mereka berasal dari berbagai kota di Indonesia, mulai dari Jawa, Sumatera Utara, Kalimantan bahkan Ambon.
Nama-nama yang masuk di Wisuda Akbar ialah Enri (Ternate), Ahmad (Tegal), dan Kamil (Magelang). Mereka bertiga dituntut untuk menunjukkan kemampuannya secara maksimal di tantangan bedah surat. Hingga akhirnya memasuki pengumuman juara, para dewan juri yakni Syeikh Ali Jaber, Prof.Dr. Amir Faishol Fath, dan Ustadzah Nabilah harus membuat keputusan yang matang.
Akhirnya Ahmad yang berasal dari Tegal-lah yang menjadi Juara 1 Hafiz Indonesia 2017 kali ini. Sedangkan kontestan lainnya yakni Enri (Ternate) meraih juara 2 dan Kamil (Magelang) memperoleh posisi ketiga. Bukan hanya mereka saja yang diberi penghargaan, ada 5 penghargaan lain dengan 5 kategori yang diberikan oleh para dewan juri. 

ITULAH 3 ANAK PENGHAFAL AL QUR'AN YG SUARA NYA MERDU DAN HAFAL 30 JUZ AL QURAN.

BUAT YANG INGIN MENGHAFAL AL QURAN SAYA KASIH CARA NYA YAITU :
1.NIAT YANG IKHLAS KEPADA ALLAH
2.MENGHAFAL DARI CETAKAN YG SAMA (TIDAK BOLEH GANTI GANTI AL QUR'AN)
3.MEMBACA AYAT SECARA BERULANG ULANG(SEBAIKNYA SETELAH SOLAT SUBUH)
4.MENYETOR KEPADA ORANG YANG MAHIR MEMBACA AL QURAN
5.MEMBACA HAFALAN DI SETIAP KALI SOLAT
6.MURAJA;AH ATAU MENGULANG


7.JIKA TELAH HAPAL 1 JUZ AL QURAN SEBAIKNYA MENGULANG 1/4 HAFALAN DAN DI TAMBAH        MINIMAL 3 AYAT

Senin, 16 Oktober 2017

               
               SELAMAT DATANG DI WEB LING LING JIHAN FIRDAUS